Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2020

Pentingnya Registrasi Bumdes Online, Pendamping Desa P3MD Aceh Ikut Memfasilitasinya Turun ke Gampong

Sosmed Aceh Utara - Banda Aceh, Respon Kebijakan Registrasi BUMDes, Pendamping Desa P3MD Aceh Genjot Registrasi Bumdes Online, Selasa, 21/07/2020

Konsultan Pendamping Wilayah (KPW1 Aceh) bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Provinsi Aceh Mursyidan menyahuti serius kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terkait Revitalisasi Bumdes dengan langkah pertama yang dilakukan Kemendesa yaitu memberi nomor registrasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemberian nomor registrasi BUMDes ini bertujuan untuk transformasi ekonomi desa.Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dalam keterangan persnya pada Rabu, (08/07/2020) yang lalu.
Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar
“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, revitalisasi BUMDes bertujuan untuk peningkatan ekonomi perdesaan,”ungkap Abdul Halim.“Kita (Kemendes PDTT) melakukan upaya revitalisasi dengan beberapa langkah strategis.
TAM Pengembangan Ekonomi Lokal Mursyidan

Langkah strategis yang kita ambil misalnya pemberian nomor register, agar lebih mudah dalam pengawasan dan pendampingannya. Harapannya ini bisa dilaksanakan secara sistemik,” sambungnya.
Sementara itu TAM.Pengembangan Ekonomi Lokal P3MD Aceh Mursyidan mengatakan bahwa secara Nasional Saat ini tercatat sudah 33.565 Bumdes melakukan Registrasi yang tersebar di 368 Kabupaten/Kota di 33 provinsi.“ BUMDes yang telah melakukan registrasi ini adalah BUMDes yang masih aktif, Administrasi BUMGnya lengkap , Pengurusnya aktif dan Unit usahanya pun berjalan.
Bumdes Apps
Di Provinsi Aceh sendiri Registrasi BUMDes/BUMG perhari ini Selasa/21 juli 2020 sudah mencapai 2.360 atau 44 %, kabupaten yang sudah berhasil 100 % progresnya adalah Pidie jaya sebanyak 221 BUMG nya sudah teregistrasi semua, di susul Sabang 18 BUMG, Pidie 226 BUMG sudah melakukan Registrasi di susul Aceh Tamiang dengan 196 BUMG nya sudah final melakukan Registrasi semuanya. Sementara Progres terendah registrasi BUMDes di Aceh adalah Nagan Raya masih 8 % yakni baru 18 Bumdes, sementara Simeulu dan Aceh Tenggara yang masih 9 Persen dan Gayo Lues 14 % .Kabupaten lainnya sudah mencapai 30 sampai 80 % persen.
Registrasi BUMDes Online
Melihat kondisi tersebut TAM.PEL P3MD Aceh dengan sigap mengambil langkah tepat dan strategis dalam rangka mengawal percepatan registrasi Bumdes ini, “setelah kita memantau progres Registrasi Bumdes Aceh yang bergerak lamban kita langsung bergerak cepat untuk mengambil langkah-langkah dan strategi percepatannya dengan memantau progres registrasi ini setiap saat , kita meminta progres dari lapangan setiap hari 2 kali baik pagi dan sore dilaporkan kepada kami untuk selanjutnya juga kita laporkan ke Pusat, kita juga menawarkan strategi “ one day one registrasi per PLD” minimal sekali harus ada perhari nya, Alhamdulillah dengan strategi ini progres registrasi Bumdes ini sudah mulai meningkat, kita sangat berharap peran Pemerintah Daerah yakni Pemerintah kabupaten/ kota hingga kecamatan untuk mendorong percepatan dan pengawalan registrasi ini sampai tuntas, Registrasi ini harus kita fasilitasi dan kita dorong Bersama karena ini sangat penting bagi BUMG kita , Hasil registrasi BUMG ini pun nanti akan di SK kan oleh bapak Menteri Desa setelah deadline registrasi ini berakhir. pungkas Mursyidan yang jabatannya sebagai TAM Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)

Sementara itu Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Aceh Zulfahmi Hasan Hasan menegaskan bahwa “Registrasi BUMDes Online ini sangat penting adanya ,registrasi BUMDes merupakan upaya mempercepat rebound(kebangkitan kembali) ekonomi desa yang di yakini sejalan dengan New Normal/ normal baru desa yang di canangkan Pemerintah beberapa waktu yang lalu.”
Untuk itu kita sudah Instruksikan para Pendamping Desa di semua level terutama sekali Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa(TA.PED) yang berada di kabupaten/kota untuk betul betul mengawal dan menfasilitasi Registrasi Bumdes ini, Bersama PD PLD harus kita kawal sampai ke desa desa, kita tidak segan segan melakukan pembinaan tertulis sesuai SOP Pendampingan kalau ada pendamping kita yng cuek dan acuh dengan proses registrasi ini”. Pungkas Zulfahmi.

Sementara itu berdasarkan data yang kita himpun perhari ini selasa 21 Juli 2020 Bumdes Provinsi Aceh yang aktif saat ini adalah sebanyak 5.417 BUMDes, yang sudah terdaftar 2.360 Bumdes (44 %), sisa yang belum terdaftar 3.057 (56 %), kita sangat berharap dalam 3 hari ini Progres regitrasi Bumdes Aceh meningkat signifikan atau paling kurang 90 % Bumdes kita berhasil terigistrasi di kemendesa, Pungkas Mursyidan yang sebagai TAM Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)

  1. Sosmed Aceh Utara, Nonton juga YouTube : Desa Online
  2. Nonton juga link YouTube : Makanan yang Enak
  3. Nonton YouTube : Bambu Kuning

Sabtu, 18 Juli 2020

IST Aplikasi e-DMC dan e-HDW, Laporan Valid

TA sdg menjelaskan aplikasi e-DMC
Sosmed Aceh Utara - Kutamakmur, Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna (TTG) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa {P3MD) Kabupaten Aceh Utara,
Tgk Yusak melakukan bimbingan teknis aplikasi e-DMC di Aula kantor Kecamatan Kutamakmur Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh
)
Peserta Pelatihan serius mendengarkan 

Desa Melawan Covid-19 (e-DMC)

Dua aplikasi yang diluncurkan oleh Kemendesa PDTT yaitu Aplikasi Desa Melawan Covid-19 (e-DMC) dan e-Human Development Worker (e-HDW)
Dalam bimbingan Tgk Yusak mengingatkan para petugas yang ada di gampong agar mengisi laporan secara valid dana akurat menggunakan aplikasi yang baru saja di luncurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT)
Tgk Yusak menjelaskan pada penggunaan aplikasi ini tidak bisa dianggap sepele oleh gampong karena selain mempercepat proses pelaporan.
ini aplikasi resmi, laporan harus valid tegas Tgk Yusak
Terobosan dari Kemendesa PDTT
Ditempat yang sama Abd Rahman, Pendamping Desa (PD) di Kecamatan Kutamakmur mengatakan bahwa dua aplikasi terbaru Kemendesa PDTT ini sebagai terobosan baru untuk meningkatkan kinerja semua desa di seluruh Indonesia dan khususnya gampong yang ada di wilayah kecamatan kutamakmur dalam rangka membangun kualitas sumber daya manusia (SDM)
Agar terupdate data dari gampong, baik terhadap kemajuan perkembangan pembangunan manusia maupun penangganan covid-19 yang telah dilaksanakan

Aplikasi e-DMC ini sebenarnya dipertanggung jawabkan langsung oleh Geuchik tapi dalam praktiknya biasanya Geuchik mendelegasikan entri datanya kepada operator di gampong

Bagi Geuchik harus melakukan laporan setiap minggu, setiap bulan dan setiap 3 bulan. Dengan sosialisasi dan bimbingan teknis terhadap dua aplikasi Kemendes ini mulai dari proses instal aplikasi di smartphone hingga teknis cara pengisian aplikasi" kata Tgk Yusak

Pelatihan ini dilaksanakan tanpa anggaran dari mana pun tapi kegiatan ini termasuk harus dilaksanakan agar petugas di gampong mengetahui pentingnya aplikasi ini dan memahami cara entri datanya

Dalam pelaksanaannya ini pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, pertama pengenalan aplikasi e-HDW untuk KPM kemudian pelatihan untuk e-DMC untuk operator gampong
Sumber Daya Manusia menjadi faktor penentu dalam suksesnya Program
Hal yang sama yang di utarakan oleh TAPM dalam kata sambutan di awal pelatihan mengatakan dua aplikasi yaitu e-DMC, e-HDW. Aplikasi ini adalah bukti nyata Pemerintah dalam penanganan stunting di gampong untuk massa depan bangsa Indonesia
Tentunya sehebat apapun aplikasi tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan kemauan dari petugasnya. Jika kemampuan bisa diihktiari dengan belajar

"Sehebat apa pun aplikasi jika orangnya tidak ada kemauan maka tidak akan berhasil namun kalau urusannya kemampuan untuk hal ini siapa pun bisa belajar sampai mahir"

Menuju desa digital, untuk beberapa kegiatan di gampong berbasis internet
Kehadiran aplikasi e-DMC yang akan digunakan oleh KPM akan sangat membantu proses percepatan pembangunan manusia karena kondisi manusia di gampong untuk seluruh Indonesia bisa di pantau perkembangan dengan lebih cepat dan lebih akurat (davi)

  1. Sosmed Aceh Utara, Nonton juga YouTube : Desa Online
  2. Nonton juga link YouTube : Makanan Enak
  3. Nonton YouTube : Bambu Kuning